
Dalam
menjalani aktifitas sehari-hari kita tidak dapat terpisahkan dari barang atau
benda yang terbuat dari plastik, kita ambil satu contoh misal botol minum,
kebanyakan kita selalu membawa minuman yang di kemas dalam kemasan plastik
untuk “menemani” kita dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
Namun sadarkah
kita bahwa penggunaan bahan dari plastik secara terus-menerus dapat menimbulkan
dampak yang buruk pada lingkungan? Mungkin sebagian orang sudah mengetahui
dampaknya, misal kita ambil satu contoh plastik yang terbuat dari bahan PET
(polyethylenterephthalat) atau jenis yang lain yang membutuhkan waktu paruh
selama ratusan tahun untuk membuat plastik tersebut hancur, ironisnya plastik
tersebut hanya kita gunakan selama satu hari sampai satu minggu, sungguh suatu kebiasaan yang kurang bijaksana
jika kita lestarikan. Olehkarena itu pada saat ini telah ada teknologi baru
yang dapat membuat kemasan dari bahan organik yang kita sebut dengan Bioplastik.
Bioplastik
adalah plastik yang dapat kita peroleh dari bahan bio massa (bahan yang dapat
diperbarui), plastik ini berbeda dengan plastik konvensional yang terbuat dari
bahan dasar petroleum atau miyak bumi. Bioplastik dapat kita buat dari bahan
mentah minyak dan tepung yang dapat kiat
peroleh dari tanaman seperti jagung dan gula bit.
Pada
saat ini telah ada riset yang mampu untuk membuat rantai molekul dari bahan
tanaman, yang memiliki rantai molekul
yang sama dari minyak bumi, jadi kita dapat mengurangi atau bahkan menggantikan
penggunaan minyak bumi sebagai bahan dasar pembuatan plastik dengan menggunakan
bahan yang alami sehingga lebih ramah lingkungan. Kelebihan dari penggunaan
bioplastik ini antara lain pada kondisi tertentu dapat membusuk dalam waktu
delapan sampai dua belas minggu.
Pada
saat ini kemasan bioplastik dapat dengan mudah di dapatkan di pasar-pasar
swalayan di Eropa, seperti di negara Italia, Inggris, Belanda dan Austria.
Sayangnya di Indonesia Bioplastik belum dapat kita jumpai di pasaran karena
masih dalam tahap riset dan belum diproduksi secara massal. Bioplastik ini
memiliki kelebihan di bandingkan plastik konvensional yaitu memiliki tingkat
permeabilitas penguapan oksigen dan uap air yang lebih besar sehingga dapat
menjaga kesegaran buah dan sayuran tiga hari lebih lama, selain itu penggunaan
Bioplastik ini dapat mereduksi gas buang CO2 sebesar 50%.
Bagaimanakah
cara membuat Bioplastik ?
Sebelum
menjawab pertanyaan di atas akan saya jelaskan terlebih dahulu mengenai polimer
karena pembuatan plastik merupakan proses polimerisasi. Polimerisasi adalah
proses penggabungan beberapa monomer menjadi polimer yang memiliki molekul yang
lebih besar. Plastik yang ideal memiliki rantai polimer yang sangat panjang dan
lurus yang membuatnya kuat dan lentur.
Pada
percobaan ini menggunakan bahan dasar tajin yang di ambil dari tepung jagung
karena memiliki komponen dasar yaitu amilose dan amilopektin. Amilose adalah
polimer yang lurus dan panjang ( sesuai dengan yang kita butuhkan ), amilopektin
adalah polimer yang pendek dan bercabang , artinya polimer ini akan
menghasilkan plastik yang pendek dan rapuh.
Ada dua
cara yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan plastik yang kita inginkan,
pertama yaitu dengan menggunakan teknik hidrolisis asam (acid hydrolysis)
dengan menambahkan cuka kedalam plastik sehingga kita bisa mematahkan cabang
amilopektin yang dapat membuat plastik menjadi kaku dan rapuh. Cara kedua
dengan menambahkan plasticyzer (bahan ini dapat kita dapatkan di toko kimia
dengan nama dagang gliserin), gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat
molekul sehingga dapat membuat plastik bersifat kuat dan lentur, sifat ini
dapat kita peroleh sesuai keinginan dengan mengatur gliserin yang ditambahkan, jika kita ingin
memperoleh plastik yang lentur maka tambahkan gliserin yang banyak, namun jika
kita menginginkan plastik yang kaku maka penambahan gliserin sedikit saja.
Bahan
yang dibutuhkan untuk membuat Bioplastik antara lain satu sendok makan tepung
jagung, empat sendok makan air, satu sendok teh gliserin, satu sendok teh cuka
dapur. Cara membuatnya yaitu masukkan
semua bahan dalam panci kecil kemudian panaskan dengan api kecil. Aduk-aduk
bahan tadi sambil di panaskan sampai bahan tersebut berbentuk seperti gel,
pecahkan gelembung udara yanga ada agar hasinya bagus. Matikan kompor dan
tuangkan adonan di atas cetakan. Jika ingin membentuk plastik dalam bentuk
lembaran, tuang adonan di atas alas dalam luas yang cukup, ratakan dan diamkan
selama satu hari.
Selamat
bereksperimen !!!!! semoga berhasil................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar