Rabu, 05 Desember 2012

bioplastik



Dalam menjalani aktifitas sehari-hari kita tidak dapat terpisahkan dari barang atau benda yang terbuat dari plastik, kita ambil satu contoh misal botol minum, kebanyakan kita selalu membawa minuman yang di kemas dalam kemasan plastik untuk “menemani” kita dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
Namun sadarkah kita bahwa penggunaan bahan dari plastik secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak yang buruk pada lingkungan? Mungkin sebagian orang sudah mengetahui dampaknya, misal kita ambil satu contoh plastik yang terbuat dari bahan PET (polyethylenterephthalat) atau jenis yang lain yang membutuhkan waktu paruh selama ratusan tahun untuk membuat plastik tersebut hancur, ironisnya plastik tersebut hanya kita gunakan selama satu hari sampai satu minggu,  sungguh suatu kebiasaan yang kurang bijaksana jika kita lestarikan. Olehkarena itu pada saat ini telah ada teknologi baru yang dapat membuat kemasan dari bahan organik yang kita sebut  dengan Bioplastik.
Bioplastik adalah plastik yang dapat kita peroleh dari bahan bio massa (bahan yang dapat diperbarui), plastik ini berbeda dengan plastik konvensional yang terbuat dari bahan dasar petroleum atau miyak bumi. Bioplastik dapat kita buat dari bahan mentah  minyak dan tepung yang dapat kiat peroleh dari tanaman seperti jagung dan gula bit.
Pada saat ini telah ada riset yang mampu untuk membuat rantai molekul dari bahan tanaman,  yang memiliki rantai molekul yang sama dari minyak bumi, jadi kita dapat mengurangi atau bahkan menggantikan penggunaan minyak bumi sebagai bahan dasar pembuatan plastik dengan menggunakan bahan yang alami sehingga lebih ramah lingkungan. Kelebihan dari penggunaan bioplastik ini antara lain pada kondisi tertentu dapat membusuk dalam waktu delapan sampai dua belas minggu.
Pada saat ini kemasan bioplastik dapat dengan mudah di dapatkan di pasar-pasar swalayan di Eropa, seperti di negara Italia, Inggris, Belanda dan Austria. Sayangnya di Indonesia Bioplastik belum dapat kita jumpai di pasaran karena masih dalam tahap riset dan belum diproduksi secara massal. Bioplastik ini memiliki kelebihan di bandingkan plastik konvensional yaitu memiliki tingkat permeabilitas penguapan oksigen dan uap air yang lebih besar sehingga dapat menjaga kesegaran buah dan sayuran tiga hari lebih lama, selain itu penggunaan Bioplastik ini dapat mereduksi gas buang CO2 sebesar 50%.
Bagaimanakah cara membuat Bioplastik ?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas akan saya jelaskan terlebih dahulu mengenai polimer karena pembuatan plastik merupakan proses polimerisasi. Polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa monomer menjadi polimer yang memiliki molekul yang lebih besar. Plastik yang ideal memiliki rantai polimer yang sangat panjang dan lurus yang membuatnya kuat dan lentur.
Pada percobaan ini menggunakan bahan dasar tajin yang di ambil dari tepung jagung karena memiliki komponen dasar yaitu amilose dan amilopektin. Amilose adalah polimer yang lurus dan panjang ( sesuai dengan yang kita butuhkan ), amilopektin adalah polimer yang pendek dan bercabang , artinya polimer ini akan menghasilkan plastik yang pendek dan rapuh.
Ada dua cara yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan plastik yang kita inginkan, pertama yaitu dengan menggunakan teknik hidrolisis asam (acid hydrolysis) dengan menambahkan cuka kedalam plastik sehingga kita bisa mematahkan cabang amilopektin yang dapat membuat plastik menjadi kaku dan rapuh. Cara kedua dengan menambahkan plasticyzer (bahan ini dapat kita dapatkan di toko kimia dengan nama dagang gliserin), gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat molekul sehingga dapat membuat plastik bersifat kuat dan lentur, sifat ini dapat kita peroleh sesuai keinginan dengan mengatur  gliserin yang ditambahkan, jika kita ingin memperoleh plastik yang lentur maka tambahkan gliserin yang banyak, namun jika kita menginginkan plastik yang kaku maka penambahan gliserin sedikit saja.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat Bioplastik antara lain satu sendok makan tepung jagung, empat sendok makan air, satu sendok teh gliserin, satu sendok teh cuka dapur.  Cara membuatnya yaitu masukkan semua bahan dalam panci kecil kemudian panaskan dengan api kecil. Aduk-aduk bahan tadi sambil di panaskan sampai bahan tersebut berbentuk seperti gel, pecahkan gelembung udara yanga ada agar hasinya bagus. Matikan kompor dan tuangkan adonan di atas cetakan. Jika ingin membentuk plastik dalam bentuk lembaran, tuang adonan di atas alas dalam luas yang cukup, ratakan dan diamkan selama satu hari.
Selamat bereksperimen !!!!! semoga berhasil................ 

Selasa, 04 Desember 2012

terrarium


Yuk, Membuat Terrarium Sederhana

Pendekatan pada masyarakat dengan tujuan perubahan perilaku ramah lingkungan memang gampang-gampang susah. Ada waktunya suatu program berjalan di tempat alias tidak ada perubahan walau berbagai strategi sudah dicoba. Tetapi ada kalanya semua berjalan lancar tanpa hambatan seperti seharusnya jalan tol. Lancar dan menyenangkan.
Salah satu kegiatan yang lancar adalah  membuat terrarium. Idenya berawal sewaktu mendapat cendera mata pernikahan Rima, duta WWF Forest Friend yang melepas lajang tanggal 10 Juli 2011. Pembuatan terrarium menarik karena  seluruh anggota keluarga bisa terlibat untuk menanam dan memelihara tanaman hias dengan menggunakan ulang botol/gelas kaca yang sudah tidak terpakai. Bekas mug yang sudah patah pegangannya dan biasanya dibuang juga bisa dibuat cantik kembali.
Akhir tujuan pembuatan terrarium bisa melebar. Seorang pembuat terrarium yang tekun dan kreatif bisa mendapat penghasilan dari terrarium yang unik dan indah  atau menerima pesanan cendera mata pernikahan.
13119696232117727264
terrarium cantik
cendera mata pernikahan Rima
cendera mata pernikahan Rima
sumber gambar : disini dan disini serta disini
Sebelum mahir membuat terrarium layak jual, yuk kita  belajar membuat terrarium sederhana  dengan  langkah-langkah sebagai   berikut :
Bahan-bahan :
1.     Lapisan pertama. Batu kerikil yang agak besar-besar agar ada ruang untuk cadangan air.
2.    Lapisan kedua adalah sphagnum moss,  sejenis lumut kering yang sudah direndam dulu di air, gunanya untuk menyaring air dan memisahkan tanah dan kerikil (bisa dibeli di penjual tanaman hias/anggrek).
3.    Lapisan ketiga adalah humus agar tanamannya punya cadangan nutrisi
4.    Lapisan keempat adalah zeolit, gunanya untuk indicator pengisian air dan menambah oksigen.
5.    Lapisan kelima adalah batu hiasan penutup agar tampilannya cantik
13119699381127094313

antibiotik


Saat ini para dokter cenderung untuk berhati-hati dalam memberikan resep antibiotik. Hal ini mereka lakukan bukan untuk membuat pasiennya menderita lebih lama, melainkan para dokter tersebut saat ini sedang berhati-hati dalam memberikan resep  sesuai kebutuhan medis dan tidak memberi resep antibiotik dengan mudah tetapi memberikan dengan indikasi yang kuat dan secara medis memang harus mendapat antibiotika dengan dosis cukup dan waktu pemberian yang cukup sesuai berat badan dan berat ringannya penyakit.
Hal ini mereka lakukan karena pemberian antibiotik dan obat-obatan modern selama ini telah membuat beberapa bakteri kebal terhadap antibiotik. Jika dokter tersebut menilai bahwa anda benar-benar membutuhkannya untuk melawan infeksi maka barulah resep antibiotik akan diberikan kepada anda.
Kalau hanya untuk penyakit ringan, flu, dan batuk anda bisa mengkonsumsi makanan sehat, herbal, ekstrak tumbuhan yang bermanfaat sebagai pengganti antibiotik. Berikut adalah lima antiobtik alami yang bisa anda coba khasiatnya:
Bawang Merah

Bawang merah mengandung belerang yang dipercaya banyak orang mengandung antibakteri dan zat diuretik. Sirup atau obat yang terbuat dari bawang merah berkhasiat sebagai ekspekstoran yang membantu mengeluarkan lendir dari bronkus, paru-paru, dan trakea. Selain itu sirup atau obat yang terbuat dari bawang merah berkhasiat untuk melawan radang dan memperlancar aliran darah.
Bawang Putih

Sudah sejak dahulu bawang putih dipercaya sebagai antibiotik alami karena mampu melawan flu dan demam. Kandungan allicin yang ada di dalam bawang putih memiliki rasa dan bau yang kuat, serta mempunyai zat theurapeutic yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan terapi penyembuhan penyakit.  Menurut hasil penelitian, bawang putih mampu menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah. Bahkan berdasarkan hasil penelitian belum lama ini, bawang putih terbukti lebih efektif untuk mengobati keracunan makanan dibanduungkan dengan obat-obatan modern.
Teh Hijau

Memang benar teh hijau bukan antibiotik yang kuat, namun berdasarkan hasil penelitian teh hijau mampu membantu kinerja antibiotik. Teh hijau mengandung aktioksidan yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Teh hijau mengandung kafein yang rendah dan mampu membuat bakteri lemah terhadap antibiotik.
Madu

Madu bermanfaat untuk infeksi dan luka, terutama jika menggunakan madu Manuka. Madu ini berasal dari lebah yang secara eksklusif diberikan tanaman manuka di Australia dan Selandia Baru. Madu Manuka ini terkenal mengandung antibiotik. Enzim antimikroba yang terkandung dalam madu ini akan mengeluarkan hidrogen peroksida yang mampu menghalangi pertumbuhan bakteri pada infeksi bakteri internal dan eksternal, seperti radang perut. Dengan setetes saja madu Manuka, infeksi akan teratasi.

Echinacea

Tumbuhan ini bila dalam bentuk ekstrak mampu melawan berbagai bakteri, gigitan serangga, dan juga virus. Selain itu, echinacea juga bermanfaat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar sel darah putih lebih kuat dan efektif dalam melawan infeksi. Berdasarkan hasil penelitian, dengan mengkonsumsi suplemen Echinacea secara rutin, daya tahan tubuh anda lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit, seperti pilek. Namun tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi supplemen ini secara terus menerus karena efektivitasnya akan berkurang. Disarankan mengkonsumsinya hanya selama beberapa pekan saja, terutama saat anda sakit dan daya tahan tubuh sedang menurun.

masih dalam antibiotik

Minyak Oregano
Dikenal sebagai rajanya antibiotik alami di beberapa studi dan penelitian. Seperti dikutip dari Care2, minyak oregano ini memiliki manfaat antibiotik yang sangat kuat dibandingkan bahan lainnya.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Paul Belaiche, minyak oregano mampu membunuh 96% bakteri pneumococcus, 92% bakteri neisseria, bakteri proteus dan bakteri staphylococcus. Bakteri strein dan neisseria ini sering ditemukan pada penyakit gonorrhea dan meningitis. Sedangkan bakteri proteus ditemukan pada infeksi usus, dan bakteri staphylococcus seringkali ditemukan pada makanan yang beracun.

Dikatakan juga, minyak oregano ini mampu berperan sebagai antibiotik yang mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan, demam, reumatik, infeksi luar, dan anorexia.

Ekstrak Daun Zaitun
Daun Zaitun dikenal juga sebagai alternatif antibiotik lain, yang sangat ampuh menangani virus. Drs O dan B. Lee dari Department of Biomedical Science di CHA University Korea menemukan bahwa daun zaitun ini berpotensi besar melawan serangan virus dan mikroba serta radikal bebas.

Bawang Putih
Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa bawang putih adalah antibiotik alami yang ramah dan ditemukan dengan mudah di dapur. Kandungan potasium dan germaniumnya sangat baik untuk pencernaan. Bawang putih juga mengandung zat yang komposisinya mirip dengan sulfur, yang diberi nama allicin. Zat tersebut dapat memacu immune tubuh.

Tak heran bila menu chinese food banyak mengandalkan bawang putih sebagai bumbu dasarnya.

Green Tea
Salah satu agen antibiotik aktif di dalam green tea disebut epogallocatechin gallate (EGCG). Dalam penelitian, zat tersebut dikatakan efektif melawan bakteri yang masuk secara oral.

anti biotik


Saat ini para dokter cenderung untuk berhati-hati dalam memberikan resep antibiotik. Hal ini mereka lakukan bukan untuk membuat pasiennya menderita lebih lama, melainkan para dokter tersebut saat ini sedang berhati-hati dalam memberikan resep  sesuai kebutuhan medis dan tidak memberi resep antibiotik dengan mudah tetapi memberikan dengan indikasi yang kuat dan secara medis memang harus mendapat antibiotika dengan dosis cukup dan waktu pemberian yang cukup sesuai berat badan dan berat ringannya penyakit.
Hal ini mereka lakukan karena pemberian antibiotik dan obat-obatan modern selama ini telah membuat beberapa bakteri kebal terhadap antibiotik. Jika dokter tersebut menilai bahwa anda benar-benar membutuhkannya untuk melawan infeksi maka barulah resep antibiotik akan diberikan kepada anda.
Kalau hanya untuk penyakit ringan, flu, dan batuk anda bisa mengkonsumsi makanan sehat, herbal, ekstrak tumbuhan yang bermanfaat sebagai pengganti antibiotik. Berikut adalah lima antiobtik alami yang bisa anda coba khasiatnya:
Bawang Merah

Bawang merah mengandung belerang yang dipercaya banyak orang mengandung antibakteri dan zat diuretik. Sirup atau obat yang terbuat dari bawang merah berkhasiat sebagai ekspekstoran yang membantu mengeluarkan lendir dari bronkus, paru-paru, dan trakea. Selain itu sirup atau obat yang terbuat dari bawang merah berkhasiat untuk melawan radang dan memperlancar aliran darah.
Bawang Putih

Sudah sejak dahulu bawang putih dipercaya sebagai antibiotik alami karena mampu melawan flu dan demam. Kandungan allicin yang ada di dalam bawang putih memiliki rasa dan bau yang kuat, serta mempunyai zat theurapeutic yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan terapi penyembuhan penyakit.  Menurut hasil penelitian, bawang putih mampu menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah. Bahkan berdasarkan hasil penelitian belum lama ini, bawang putih terbukti lebih efektif untuk mengobati keracunan makanan dibanduungkan dengan obat-obatan modern.
Teh Hijau

Memang benar teh hijau bukan antibiotik yang kuat, namun berdasarkan hasil penelitian teh hijau mampu membantu kinerja antibiotik. Teh hijau mengandung aktioksidan yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Teh hijau mengandung kafein yang rendah dan mampu membuat bakteri lemah terhadap antibiotik.
Madu

Madu bermanfaat untuk infeksi dan luka, terutama jika menggunakan madu Manuka. Madu ini berasal dari lebah yang secara eksklusif diberikan tanaman manuka di Australia dan Selandia Baru. Madu Manuka ini terkenal mengandung antibiotik. Enzim antimikroba yang terkandung dalam madu ini akan mengeluarkan hidrogen peroksida yang mampu menghalangi pertumbuhan bakteri pada infeksi bakteri internal dan eksternal, seperti radang perut. Dengan setetes saja madu Manuka, infeksi akan teratasi.

Echinacea

Tumbuhan ini bila dalam bentuk ekstrak mampu melawan berbagai bakteri, gigitan serangga, dan juga virus. Selain itu, echinacea juga bermanfaat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar sel darah putih lebih kuat dan efektif dalam melawan infeksi. Berdasarkan hasil penelitian, dengan mengkonsumsi suplemen Echinacea secara rutin, daya tahan tubuh anda lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit, seperti pilek. Namun tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi supplemen ini secara terus menerus karena efektivitasnya akan berkurang. Disarankan mengkonsumsinya hanya selama beberapa pekan saja, terutama saat anda sakit dan daya tahan tubuh sedang menurun.

asosiasi komensalisme

Makhluk hidup membutuhkan hubungan dengan makhluk hidup yang lain. Beberapa makhluk hidup mengalami hubungan khusus yang disebut simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Berikut pengertian ketiga simbiosis dan contohnya.
Simbiosis mutualisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.
  • kupu-kupu dengan bunga
  • kerbau dengan burung jalak
  • lebah dengan bunga
Simbiosis komensalisme ialah hubungan dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu pihak sedang pihak yang lain tidak dirugikan.
  • ikan remora dengan hiu
  • tanaman anggrek dengan pohon jeruk
  • tanaman paku dengan pohon yang ditumpanginya
  • anggrek dengan pohon mangga
  • kutu pada rambut manusia
  • ikan badut dengan anemon laut
Simbiosis parasitisme ialah hubungan dua makhluk yang salah satu diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan.
  • benalu dengan tumbuhan inang
  • tali putrid dengan tanaman yang ditumpanginya
  • kerbau dengan kutu
  • bunga arnoldi raflesia dengan kan tumbuhan yang ditumpangi
  • cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia
  •  
  •  
    Hubungan simbiosis adalah keterkaitan yang terjalin di antara spesies-spesies yang secara bersama mengembangkan cara hidup saling melindungi, memberi makan, atau membersihkan pasangannya.

    Simbiosis komensalisme Yaitu suatu hubungan yang terjalin diantara dua organisme, salah satu organisme diuntungkan, tetapi organisme lain tidak diuntungkan maupun dirugikan.

    Contoh Simbiosis Komensalisme :
  • Tanaman anggrek yang tumbuh menempel pada inangnya. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.
  • Simbiosis komensalisme terlihat antara ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora yang berenang di dekat tubuh ikan hiu akan turut menjelajah ke mana pun ikan hiu itu pergi. Ikan remora menjadi aman dari ancaman ikan pemangsa lain karena ikan pemangsa takut terhadap ikan hiu. Sedangkan bagi ikan hiu, ada tidaknya ikan remora tidak berpengaruh terhadapnya.
  • Ikan badut dengan anemone laut.
  • Udang adalah merupakan organisme yang mengambil keuntunagan dari yang pasangannya pada hubungan simbiotik. Meski bukan parasit, tidak ada untungya ditunggangi udang di punggungnya. Pembonceng-pembonceng ini dapat ditemui di atas makhluk-makhluk yang lebih besar dan bergerak lebih cepat termasuk nudibranchs dan ketimun laut (sea cucumber). Mereka menggantung dan memunguti sisa-sisa makanan ketika tunggangan mereka bergerak di dalam laut.
  • The Goby dan-bulu babi juga menunjukkan commensalism. Ada beberapa jenis Goby, seperti memancarkan Astropyga, yang hidup di antara duri bulu babi beracun. Mereka mendapatkan perlindungan dari tuan rumah mereka sementara tuan rumah mereka tidak diuntungkan atau dirugikan oleh hubungan.
  • Contoh lain dari Simbiosis komensalisme adalah hiu dengan ikan remora.


Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah.
Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.
Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.
Pembentukan tanah (pedogenesis)
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedologi
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai ''pedogenesis''. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat dilakukan klasifikasi tanah.
Karakteristik
Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.
Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik (organosol/humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan 


AKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TANAH ORGANIK

Bahan Organik Tanah
Bahan organik adalah bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa tanaman dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia (Kononova, 1961). Menurut Stevenson (1994), bahan organik tanah adalah semua jenis senyawa organik yang terdapat di dalam tanah, termasuk serasah, fraksi bahan organik ringan, biomassa mikroorganisme, bahan organik terlarut di dalam air, dan bahan organik yang stabil atau humus.
Bahan organik memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung tanaman, sehingga jika kadar bahan organik tanah menurun, kemampuan tanah dalam mendukung produktivitas tanaman juga menurun. Menurunnya kadar bahan organik merupakan salah satu bentuk kerusakan tanah yang umum terjadi. Kerusakan tanah merupakan masalah penting bagi negara berkembang karena intensitasnya yang cenderung meningkat sehingga tercipta tanah-tanah rusak yang jumlah maupun intensitasnya meningkat. Kerusakan tanah secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu kerusakan sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Kerusakan kimia tanah dapat terjadi karena proses pemasaman tanah, akumulasi garam-garam (salinisasi), tercemar logam berat, dan tercemar senyawa-senyawa organik dan xenobiotik seperti pestisida atau tumpahan minyak bumi (Djajakirana, 2001).
Terjadinya pemasaman tanah dapat diakibatkan penggunaan pupuk nitrogen buatan secara terus menerus dalam jumlah besar (Brady, 1990). Kerusakan tanah secara fisik dapat diakibatkan karena kerusakan struktur tanah yang dapat menimbulkan pemadatan tanah. Kerusakan struktur tanah ini dapat terjadi akibat pengolahan tanah yang salah atau penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Kerusakan biologi ditandai oleh penyusutan populasi maupun berkurangnya biodiversitas organisme tanah, dan terjadi biasanya bukan kerusakan sendiri, melainkan akibat dari kerusakan lain (fisik dan atau kimia). Sebagai contoh penggunaan pupuk nitrogen (dalam bentuk ammonium sulfat dan sulfur coated urea) yang terus menerus selama 20 tahun dapat menyebabkan pemasaman tanah sehingga populasi cacing tanah akan turun dengan drastis (Ma et al., 1990).
Kehilangan unsur hara dari daerah perakaran juga merupakan fenomena umum pada sistem pertanian dengan masukan rendah. Pemiskinan hara terjadi utamanya pada praktek pertanian di lahan yang miskin atau agak kurang subur tanpa dibarengi dengan pemberian masukan pupuk buatan maupun pupuk organik yang memadai. Termasuk dalam kelompok ini adalah kehilangan bahan organik yang lebih cepat dari penambahannya pada lapisan atas. Dengan demikian terjadi ketidakseimbangan masukan bahan organik dengan kehilangan yang terjadi melalui dekomposisi yang berdampak pada penurunan kadar bahan organik dalam tanah. Tanah-tanah yang sudah mengalami kerusakan akan sulit mendukung pertumbuhan tanaman. Sifat-sifat tanah yang sudah rusak memerlukan perbaikan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi kembali secara optimal.
Penyediaan hara bagi tanaman dapat dilakukan dengan penambahan pupuk baik organik maupun anorganik. Pupuk anorganik dapat menyediakan hara dengan cepat. Namun apabila hal ini dilakukan terus menerus akan menimbulkan kerusakan tanah. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan bagi pertanian yang berkelanjutan. Meningkatnya kemasaman tanah akan mengakibatkan ketersediaan hara dalam tanah yang semakin berkurang dan dapat mengurangi umur produktif tanaman. Menurut Lal (1995), pengelolaan tanah yang berkelanjutan berarti suatu upaya pemanfaatan tanah melalui pengendalian masukan dalam suatu proses untuk memperoleh produktivitas tinggi secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas tanah, serta memperbaiki karakteristik lingkungan. Dengan demikian diharapkan kerusakan tanah dapat ditekan seminimal mungkin sampai batas yang dapat ditoleransi, sehingga sumberdaya tersebut dapat dipergunakan secara lestari dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.